FacebookInstagramTwitterContact

 

Negara Tuan Rumah Seminar Kebahasaan MABBIM 2018           >>           Anggota PDB Terima Agihan Kurma Kurnia           >>           Pusat Kesihatan Panaga Rai Ulang Tahun Ke-50           >>           Peserta Kursus 'Fire Marshal' Terima Sijil           >>           Projek 'Buy 1 Donate 1' Sumbangan Untuk Warga OKU           >>           Imbangan Perdagangan Meningkat 51.3 Peratus Pada Disember 2017           >>           Nisfu Syaaban 1439 Falls On Tuesday, 17th Of April 2018           >>           Sekatan Jalan Raya Rampas 80 Karton Rokok           >>           Sebuah Syarikat Didakwa, Bawa Masuk Bahan Makanan Diragui Halal           >>           Brunei Siap Siaga Berentap Menentang Thailand           >>          

 

SHARE THIS ARTICLE




REACH US


GENERAL INQUIRY

admin@brudirect.com

 

ADVERTISING

marketing@brudirect.com

 

PRESS RELEASE

pr@brudirect.com

 

HOTLINE

+673 222-0178 [Office Hour]

+673 223-6740 [Fax]

 



Upcoming Events





Prayer Times


The prayer times for Brunei-Muara and Temburong districts. For Tutong add 1 minute and for Belait add 3 minutes.


Imsak

: 04:40AM

Subuh

: 04:50AM

Syuruk

: 06:10AM

Doha

: 06:33AM

Zohor

: 12:19PM

Asar

: 03:34PM

Maghrib

: 06:26PM

Isyak

: 07:37PM

 



The Business Directory


 

 



Kalimantan


  Home > Kalimantan


Sukiman Tolak Pemkab Melawi Alih Fungsi Gor


 


 June 17th, 2017  |  08:31 AM  |   2706 views

MELAWI-NANGA PINOH

 

Lokasi Gedung Olah Raga (GOR) Nanga Pinoh yang berada di Desa Kenual pernah diwacanakan akan dibangun sebagai gedung sekolah SMA terpadu atau memindahkan dua SDN di Pasar Markasan Nanga Pinoh kelokasi GOR tersebut. Mendengar hal tersebut Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalbar, H. Sukiman, menyatakan dengan tegas menolak wacana dari Pemkab Melawi untuk mengalih fungsikan GOR tersebut.

 

Menurut Sukiman, lapangan pada stadion tersebut saat ini menjadi satu-satunya tempat yang paling representatif untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri maupun Shalat Idul Adha maupun kegiatan-kegiatan berifat umum lainnya untuk masyarakat dalam Kota Nanga Pinoh.

 

“Saat ini stadion itu sudah menjadi fasilitas umum bagi umat Islam, terutama dipakai untuk Salat Id. Sekarang kalau itu dialih fungsikan, misalnya nanti dibangun sekolah terpadu di sana, di mana lagi tempat umat melaksanakan salat di lapangan,” ujar Sukiman di Nanga Pinoh beberapa hari yang lalu.

 

Sukiman juga menegaskan, bila ada wacana dari Pemkab Melawi untuk membuat bangunan di sana, hal tersebut menjadi kebijakan keliru. Ia bahkan siap membangun kekuatan ormas-ormas Islam di Melawi untuk bersama-sama menolak kebijakan tersebut. “Kalau memindahkan dua SDN itu, cari saja lokasi lain, masih banyak tanah kosong diseputar Nanga Pinoh, seperti di daerah Sidomulyo atau jalan Sirtu,” ungkapnya.

 

Ia menyatakan, secara historis juga banyak tokoh muslim yang ikut menyumbang saat lapangan tersebut pertama kali digunakan untuk menggelar MTQ saat Melawi masih tergabung dengan Kabupaten Sintang.

 

“Siapapun yang buat kebijakan untuk alih fungsi lokasi GOR akan saya tantang, yang jelas saya tegaskan menolak itu. Karena Pemkab punya tanah yang sangat luas, mengapa juga harus memakai aset stadion yang sangat penting untuk umat Islam ini,” paparnya.

 

Menurut Sukiman, sejak lapangan kecamatan beralih menjadi pusat jajanan kuliner, tempat penyelenggaraan Shalat Idul Fitri di Kota Nanga Pinoh semakin sulit didapatkan. Walau ada beberapa masyarakat yang bertahan untuk menyelenggarakan shalat di Lapangan Tanjung Niaga, atau menggunakan halaman rumah jabatan bupati Melawi.

 

Sekarang lanjut Sukiman, umat Islam, termasuk dirinya sudah mulai enggan mendatangi apalagi untuk melaksanakan shalat di pendopo maupun halaman rumah jabatan bupati Melawi, karena pernah digunakan untuk menyembelih ataupun memasak daging babi dan disantap disitu.

 

“Rumah jabatan bupati itu adalah rumah seluruh rakyat Melawi, mari kita saling menghormati dan menghargai diantara keberagaman umat beragama maupun etnis,” pesannya.

 

Dikatakan, untuk stadion Raden Temenggung Setia Pahlawan, itu tidak representatif untuk digunakan saat pelaksanaan shalat Id, karena kalau hujan lokasi menjadi becek, tanahnya masih labil.

 

“Nah, kalau di GOR Kenual itu kan lebih representatif. Saya hanya minta jangan sampai stadion ini tiba-tiba berubah dibangun sekolah atau fasilitas lainnya, pertahankan asset daerah yang sudah ada itu,” pesannya lagi.

 

Stadion yang sempat bermasalah dengan persoalan hukum ini sendiri tak pernah kembali dilanjutkan pembangunannya. Bahkan tribun penonton yang telah dibangun kini sudah duluan beralih fungsi menjadi kantor dinas lingkungan hidup. Dalam beberapa tahun terakhir, stadion ini kerap menjadi pusat pelaksanaan Salat Idul Fitri maupun Idul Adha bagi warga Nanga Pinoh. Tak jarang tabligh akbar juga digelar di sana.

 

“Intinya kalau ada yang mau merubah atau membangun di sana, tetap akan saya tolak. Di mana lagi nanti tempat shalat. Bangun sekolah di sana juga benar-benar saya nilai tak bijak. Masih banyak tanah Pemkab Melawi yang kosong, dipindahkan kesitu aja lah dua SDN itu atau bangunan SMA, jangan merusak asset yang sudah ada,” jelasnya. (KN)

 


 

Source:
courtesy of KALIMANTAN NEWS

by KALIMANTAN-NEWS

 

If you have any stories or news that you would like to share with the global online community, please feel free to share it with us by contacting us directly at pr@brudirect.com

 

Related News


Shafie Sues Semporna Lawyer Ainal Fattah

 2018-04-26 09:40:15

North Korea Test Site Could Be Unusable After Collapse - Chinese Scientists

 2018-04-26 09:12:33

Buy Australian Bonds, Sell the Currency: Morgan Stanley

 2018-04-26 09:50:45